Pages - Menu

Monday, September 9, 2013

Estetika / Aesthetic / Es teh tik

Apa itu Estetika?
Secara etimologi, estetika berasal dari kata "Aisthanomai" yang berarti "mengamati dengan indra".
Terdapat beberapa definisi estetika:
  • Merupakan ilmu tentang pengamatan indra 
  • Merupakan ilmu yang membicarakan tentang "cita rasa"
  • Renungan filosofis tentang seni/filsafat.
Estetika sebagai teori mencakup beberapa hal yaitu:
  1. Penyelidikan tentang yang indah
  2. penyelidikan tentang prinsip-prinsip landasan seni
  3. Pengalaman yang berkaitan dengan seni, penciptaan, penilaian atau refleksi terhadap karya seni.

Estetika membicarakan tentang keindahan, taste/cita rasa, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan keindahan visual, yang pada umumnya tidak dapat diukur secara pasti seperti ilmu lainnya(misal matematika). Keindahan bisa berbeda dimata setiap orang, yang kita anggap indah, bisa jadi tidak indah di mata orang lain. Maka muncul banyak pernyataan-pernyataan yang menentang keberadaan ilmu estetika.
Jadi apa sebenarnya tujuan kita mempelajari estetika?
Ketika seseorang ditanya pendapatnya mengapa ia menyukai sebuah karya seni, lalu orang itu menjawab "gak tahu kenapa, ya gw suka ajah". Menurut Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto seorang dosen di Universitas Mulstimedia Nusantara, disinilah ilmu estetika berperan. Estetika berusaha mengartikulasikan pengalaman-pengalaman estetis yang kita alami tersebut, menjelasakan bagaimana kita dapat menilai sesuatu sebagai "indah". 

Faktor-faktor pengalaman estetis

  1. Kita adalah makhluk bertubuh. Manusia memiliki mata, dan indra lainnya yang memungkinkan kita dapat mengalami pengalaman estetis. Jadi, estetis sudah menjadi dasar dalam kehidupan manusia.
  2. Kita adalah makhluk yang terus berubah. Pengalaman estetis dapat memberikan influence yang dapat mendorong terjadinya perubahan/transformasi dalam diri seseorang. 
  3. Kita adalah makhluk kognitif (berpikir,menilai). Dalam pengalaman estetis, manusia menilai apa yang di alaminya. Penilaian/kognisi menjadi bagian dari pengalaman estetis.
Kata-kata kunci estetika di tiap zaman:
  • Yunani Kuno : Kosmosentrisme
    • Alam(kosmos) dianggap sakral dan menjadi acuan refleksi.
  • Abad Pertengahan : Teosentrisme
    • Tuhan(Teos). Agama kristen membuka pikiran baru dan sang ilahi menjadi acuan.
  • Masa Modern : Antroposentrisme
    • Manusia(antrophos) menjadi titik pusat penyelidikan filsafat. dipicu oleh masa renaissance.
  • Abad 20 dan 21 : Teknologi Informatika
    • Teknologi, informasi, simulasi digital, realitas virtual, dan hiper realitas.

No comments:

Post a Comment