Pages - Menu

Thursday, October 17, 2013

Estetika Rasionalis Jerman

Baumgarten (1714 - 1762)

Lahir di Jerman dengan nama alexander Gottlieb Baumgarten. Ia sangat di pengaruhi oleh Gottfired Wilhem Leibniz yakni seorang matematikawan dan seorang filsuf Jerman. Selain itu ia juga dipengaruhi oleh filsafat sistematis rasionalisme Christian Wolff yang juga merupakan filsuf Jerman.
Ia mengambil gelar doktor pada usia 21 tahun, dan membuat tesisnya yang berjudul "Meditationes Philosophicae de nonnullis ad poema pertinentibus". Di sinilah kata Aestethic pertama kali muncul sebagai nama sebuah ilmu khusus.

Estetika menurut Baumgarten
Manusia memiliki 2 kognisi menurut Baumgarten yaitu dibedakan menjadi:

  • Inderawi (sensitiva) : kemampuan kognisi yang lebih rendah, yang mencerap sesnsai dan membentuk pengetahuan indar
  • Intelek (intellectus) : kemampuan kognisi yang lebih tinggi yang mengetahui hal-hal lebih dalam dan filosofis.
Definisi estetika Baumgarten
Estetika adalah sebuah sains mengenai kognisi pancainderawi. Estetika disini dipahami sebagai kognisi yang lebih inferior, sebagai teori berpikir secara indah, dan sebagai seni berpikir yang dapat disamakan dengan akal.
"Kapasitas kognisi inferior ini, yang terbentuk secara alamiah, diwajibkan untuk berpikir secara indah. Hal ini tidak saja mungkin ada secara simultan dengan kapasitas kognisi alamiah yang lebih tinggi, tapi diwajibkan sebagai prasyarat berpikir secara indah (beautiful thinking)" (Aesthetica Åò41)

diatas merupakan kutipan dari tulisan Baumgarten mengenai pandangan dia pada Estetika, pada intinya baumgarten mengatakan bahwa : kemampuan inderawi (kognisi sensitiva) manusia terbentuk dari lahir, maka wajib digunakan untuk berpikir secara indah. dalam prosesnya, mungkin saja kognisi intelek juga ikut serta, bahkan hal itu diwajibkan sebagai syarat dalam berpikirindah.

Kebenaran Estetik: adalah sebuah kebenaran yang melindungi pengalaman yang dirasakan secara langsung, dalam kekayaan dan kompleksitasnya secara individu. Jadi tidak hanya ilmu pasti saja yang memiliki kebenaran yang pasti menurut Baumgarten. Estetika juga memiliki ukuran-ukuran tertentu dalam penilaian sebuah kajian Estetis.

3 Kriteria Kebenaran Estetis
berikut ini merupakan tolak ukur dalam menilai estetika menurut Baumgarten.

  1. Kekayaan imajinasi: lebih sempurna semakin banyaknya elemen individual
  2. Magnitud/ besarnya imajinasi: kompleksitas yang terkait dengan suatu permasalah.
  3. Kejelasan/ kejernihan penyampaian.
Namun ternyata seiring berkembangnya zaman, tolak-tolak ukur Baumgarten ini menjadi sudah tidak relevan lagi. Estetika kini sudah lebih luas dan tidak terbatas kemungkinan-kemungkinannya. Seperti karya seni abstrak modern, sudah tidak cocok lagi di ukur dengan estetika Baumgarten. 

No comments:

Post a Comment