Pada zaman ini, paham-paham dan teori klasik dari Yunani kuno yang sudah lama terkubur mulai dibangkitkan kembali. Hal ini juga didukung oleh temuan-temuan baru seperti mesin cetak yang membantu dalam proses penyebaran buku-buku naskah klasik yang sebelumnya sangat sulit untuk dilakukan. Renaissance bukanlah suatu zaman dimana muncul filosofi-filosofi baru yang besar, namun justru ia mengembangkan pengetahuan-pengetahuan dan temuan baru demi kehidupan manusia di masa depan. Pemikiran-pemikiran lama yang teosentris mulai bergeser menjadi antroposentris dimana manusia menjadi hal yang utama dan menjadi sumber pengetahuan dan juga kebenaran.
Tokoh-tokoh Renaissance
berikut adalah tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan Renaissance
Fransiskus dari Asisi (1182-1226)
Terlahir dari keluarga penjual kain yang berada, namun, ia memutuskan untuk hidup sederhana dan perduli terhadap kaum miskin. oleh karena itu ia dijauhi oleh teman-temannya, bahkan oleh ayahnya sendiri karena perduli terhadap kaum miskin. Ia mendirikan ordo Fransiskan pada tahun 1209.Fransiskus mengajarkan tentang Tuhan sebagai manusia. Berbeda dengan pandangan manusia dahulu di zaman pertengahan yang selalu memposisikan Tuhan sebagai yang "diatas" sana. Fransiskus memperkenalkan Tuhan yang juga hidup di muka bumi sebagai manusia diantara manusia.
Francesco Petrarca (1394 - 1374)
Francesco bukanlah seorang filsuf, ia merupakan seorang sastrawan italia yang mempelajari kembali naskah-naskah klasik yunani romawi seperti naskah Plato dan Aristoteles. Ia banyak mengkritik pemahaman-pemahan dan budaya abad pertengahan sperti pendidikan skolastik. Menurutnya pendidikan skolastik terlalu fokus pada hal-hal religius. Seharusnya pendidikan juga mempelajari tentang manusia itu sendiri, manusia dengan ide-idenya dan kemampuannya.
Marsilio Ficino (1433 - 1499)
Marsilio merupakan tokoh humanisme di masa Renaissance. Ia membangkitkan kembali ajaran Neo-Platonisme khususnya di kota Firenze dimana Plato dikagumi. Ia merupakan orang pertama yang menerjemahkan naskah Plato ke dalam bahasa Latin, maka itulah pemahaman-pemahaman plato dapat lebih mudah tersebar dan dimengerti sejak itu. Marsilio juga membangkitkan kembali sistem pendidikan "Liberal Arts" dari zaman klasik. Marsilio tidak setuju dengan pendidikan masa itu yang terlalu menjurus. Menurutnya, manusia seharusnya dapat lebih terbuka dan mempelajari banyak bidang yang ada. Manusia harus mempelajari hal-hal mendasar seperti kedokteran, hukum, seni, filsafat demi keutuhan sebagai manusia sendiri.
| karya di zaman pertengahan |
Merupakan seorang penulis, pendeta, penyair dan linguis di Italia. Ia banyak membahas hal-hal menyangkut seni, di bukunya "On Painting" ia mengajarkan tentang sistem perspektif linier dalam karya lukis.
Perspektif sebelumnya tidak ada dalam karya-karya seni di zaman pertengahan. Karya-karya di zaman pertengahan tidak berusaha untuk mencapai bentuk-bentuk yang realistis karena tujuan utama karya seni hanyalah untuk kebesaran Tuhan. Berbeda denga zaman Renaissance, Karya-karya seni berusaha untuk menjadi semirip mungkin dengan alam, sebab di zaman ini keakuratan dan kemiripan merupakan tolak ukur dalam menilai karya seni. Maka itulah dengan teori perspektif sangat berpengaruh dalam estetika di zaman Renaissance.
| Karya zaman Renaissance "The School of Athens" |
| Vitruvian Man - Leonardo DaVinci |
Leonardo DaVinci (1452 - 1519)
DaVinci bukanlah hanya seorang seniman yang hebat, namun ia juga merupakan seorang penemu yang jenius. Ialah yang mengembangkan teori perspektif, teori warna, perspektif udara, dan juga teknik chiaroscuro dan sfumato dalam melukis. Karyanya "monalisa" merupakan apresiasinya yang tertinggi dalam keakuratan dalam melukis. DaVinci banyak menemukan teori-teori mengenai proporsi. Seperti pada karyanya "Vitruvian Man", ia menemukan bagaimana seharusya proporsi tubuh manusia yang paling ideal.
Kesimpulannya, Masa Renaissance merupakan masa dimana Realitas merupakan tolak ukur dalam keindahan (estetika), maka seni haruslah menjadi cerminan dari kenyataan. Hal ini didukung juga oleh kembalinya teori-teori dan mitologi klasik yang diterjemahkan, disebarluaskan, dan dipelajari kembali.
No comments:
Post a Comment